Lagi Sibuk (minjem motto UKM Seni UNM) :)

Menara Masjid Raya Makassar

Baru nulis lagi, setelah lama vakum sejak ramadhan kemarin sampai sekarang, kali ini kusempatkan saja nulis. Benar-benar lagi sibuk. Seperti motto UKM Seni UNM; Lagi sibuk, sibuk lagi, lagi sibuk lagi, sibuk banget.. apapi?? Kata sibuk sudah habis di eksplor demi menunjukkan bahwa kita benar-benar sibuk. Senin sampai Jumat, kerjaan menuntut waktu lebih dan tenaga ekstra, semoga fisik ku yang lemah ini bisa mengimbangi itu semua. Salah satu Kunci keberhasilan adalah, bekerjalah lebih banyak dari kebanyakan orang. Saya kan ingin berhasil dimasa mendatang, paling tidak, saya bisa menafkahi dan bertanggung jawab terhadap keluargaku nanti.

Berita paling update saat ini adalah bencana alam gempa bumi di padang. Indonesia merupakan Negara yang memang rentan terkena bencana alam secara geografis, indonesia yang Negara kepulauan dan berada di lintasan garis khatulistiwa memang harus selalu tanggap terhadap semua jenis bencana alam. Kemandirian dalam menangani setiap bencana alam sudah menjadi hal yang mutlak bagi Negara kita. Deretan bencana dalam selang waktu yang dekat seharusnya sudah menjadi bekal dalam menangani dan bertindak dalam evakuasi dan pemulihan secara cepat dan tepat. Bukan malah tersendat dengan berbagai macam halangan dan kendala teknis yang sangat klasik. Bantuan terlambat datanglah, terbatasnya sarana, jalur transportasi yang putus dan banak lagi. Semoga pemimpin-pemimpin kita bisa memahami itu semua.

Sabtu, 3 Oktober 2009, awal oktober yang cerah. Susunan strategi bulan ini sudah siap. Aplikasinya yang penting. Kebanyakan teori akan berujung No action, talk only, yang di singkat NATO. Terlalu banyak contoh orang jenis seperti ini. Bulan ini kupastikan menjadi bulan yang sibuk. Mungkin akan sering-sering kutulis dalam status FB ku lagi sibuk. Kerjaan kantor, masih seputar Jamaah Haji, dan tugas kampuspun juga menanti. Tapi merujuk sebuah kalimat sederhana; “lebih baik pusing kerja dari pada pusing cari kerja”. Yah, masuk akal juga. Okelah, sampai disini saja catatanku kali ini. Thanks buat teman-temanku yang selalu ngasi komentar yang bermanfaat dan tidak ngaco.

Wassalam

Nurkhalis R

AWAL AGUSTUS 2009

25 Juli 09

Sejuta cinta, rindu terpendam. Bilakah harap berujung bahagia.
Makassar, 1 agustus 2009. Sisa 16 hari lagi Negara yang bernama Indonesia akan genap berusia 64 tahun. Lebih setahun dari Usia Rasulullah, 63 tahun. Makassar kota yang panas, tak perlu uji materil untuk membuktikannya. Namun dengan segala kekurangannya, saya mencintai kotaku, seperti mencintai negeriku Indonesia.

Sejuta cinta, diantara hiruk pikuk kota, kekakuan mulai menjalar dari pola hidup metroseksual, individualistic, semua berjalan dalam ranah yang sering disebut modernisasi. Kapitalisasipun seperti badai yang disambut dengan suka cita. Kusebut badai karena para Mahasiswa sering meneriakkan ANTI KAPITALIS. Dan ku istilahkan disambut dengan suka cita karena produk-produk dari kapitalis itu sendiri terlalu laris bagi masyarakat. Dan sayapun sulit membedakan, apakah saya sendiri adalah korban dari itu semua. Ah, whateverlah. Sejuta cinta untukmu.. Sejuta cinta untukmu menjadi salah satu diantara banyak kelompok individual lainnya, lagi-lagi mungkin karena gaya hidup modern ini.

Pagi-siang-malam. Orang-orang sibuk dengan urusan mereka sendiri. Sebagian besar mencari nafkah buat keluarga mereka, dengan susah payah. Panas matahari seperti lighting teater saja, seperti salah satu property dari panggung perjalanan hidup mereka dalam menghadapi jalan takdir. Dilahirkan hidup dibawah garis kemiskinan seperti banyak orang dinegeri ini bukanlah sebuah pilihan. Roda kehidupan , akankah berputar? Ah, andai saja ada kegiatan tukar-tukaran posisi, sekali-kali sikaya menjadi miskin dan si miskin menjadi kaya, barangkali kesenjangan akan tidak terlalu jauh timpangnya. Andai saja. Tapi itu tak akan terjadi. Yang selalu kuingat adalah Allah Maha Adil. Kaya harta tak selamanya menjamin kehidupan bahagia, mungkin kebanyakan berada dalam kesulitan dalam hal finansial, tapi tetap berbahagia dengan keluarga dengan berbekal cinta dan kasih sayang. Wah, full of love mungkin menjadi hal yang kadang-kadang terlupakan untuk menemukan kebahagiaan dan ketenangan yang hakiki. Apakah semua orang yang sering tertawa adalah orang yang berbahagia? Apakah dengan memiliki rumah mewah, mobil dan berbagai macam sarana serba lux menjamin orang hidup tenang? Mungkin iya, tapi kalo Cuma itu saja tanpa cinta kepada sesama, seperti air putih saja. Menghilangkan haus, tapi tidak berasa. Alangkah baiknya jika air putih itu diberikan susu supaya manis dan menyehatkan. Hahaha ..

Sejuta cinta. lebih baik kaya cinta dari pada kaya harta katanya..  benarkah? katanya orang orang yang disayang Allah diberikan kekayaan materi secukupnya supaya mereka tidak dipusingkan dengan itu semua. Hmmm :/ benarkah? “Dzalikalkitabularaibafihi hudallil muttaqin” ; tidak ada keraguan didalamnya.

-Nurkhalis R-
full of love

Review

halis dirga blog 2

Rindu juga dengan kegiatan militan kesenian kampus yang dulu selalu kugeluti. Bahkan lebih dari itu, sepertinya, masa kuliahku hanya kuhabiskan didunia kesenian. Ya kesenian kampus yang bahkan sebelum masuk kuliah memang sudah lama kuidam-idamkan. Tujuan awalnya sih Cuma mau dapatkan fasilitas studio musik gratis. Bangkrut rasanya kalau hobi yang satu ini mau kuladeni terus. Alat-alatnya mahal bo! Jadilah, UKM Seni sebagai cita-cita awalku berkarir sebagai Mahasiswa. Kebetulan lulus Universitas Negeri Makassar setelah melalui ujian SPMB yang melelahkan. Jurusan Teknik Sipil dan Perencanaan. Maka bertemulah harapan dan kenyataan yang sering disebut rejeki, dan ketemulah UKM Seni dengan UNM yang kalo disambung namanya UKM Seni UNM

Dari hobi main gitar, mungkin karena alam, jadilah berbagai alat musik pernah bersatu ditangan saya diatas pentas. Mulai dari Gitar, Keyboard, bass, Gendang, Jimbe, biola bahkan sampai kecapi pun selalu menemaniku mengiringi apa yang bisa diiring. Macam macam pokoknya. Dari pementasan Band, Musik tradisi, teater, tari, gandrang bulo, dan yang paling sering mengiringi tari pa’duppa di berbagai hajatan kawinan. Dari hobi bermain gitar, mulailah saya meniti karir kemahasiswaan dilembaga tingkat Universitas, jadi aktivis mahasiswa istilah kerennya. Mulai dari anggota baru, pengurus biasa terus naik memimpin UKM Seni UNM satu periode dan naik lagi ke lembaga kemahasiswaan paling tinggi Universitas yaitu Maperwa. Dari sekedar main-main gitar itulah saya mempunyai banyak sahabat-sahabat dan dari main gitar itu juga mungkin sampai sekarang, perjuangan untuk selesai di Kampusku terasa sangat berat. Aktivis… aktivis.. mungkin sudah jadi konsekuensinya kali harus menderita di urusan akademik. Hiks..hiks.. :(

Sebuah rumah “cinta” yang bernama Salassa. Salassa dalam bahasa bugis berarti tempat berkumpul adalah sekertariat UKM Seni UNM. Banyak cerita, banyak kisah banyak hal-hal “gila” yang terjadi disini. Seperti berada di atas rollercoaster, melaju cepat dalam debaran jantung yang berdetak keras, sungguh sebuah pengalaman luar biasa bisa bergelut di dunia ini. Bisa bergabung dengan orang-orang kreatif imaginative dan temperamental. Macam-macam sudah jenis orang yang kukenal dari sini. Sungguh Mahabesar Allah menciptakan makhluk bernama manusia dengan rasa, karya dan karsa yang berbeda-beda dan unik. Subhanallah, kalau orang-orang ini saja bisa membuatku tercengang, bagaimana seandainya saya sezaman dan berkawan dengan Ludwig bethoven? Atau dengan shakespears, atau dengan Yngwie, steve vai atau slash saja. Atau jangan jauh-jauh,bagaimana dengan Ahmad dhani, Piyu, atau Melly guslow sajalah. Makan apa yah mereka?? Apakah saya kekurangan gizi sehingga kalah imaginative dengan mereka. ???

Memasuki Tahun ke tujuh sebagai mahasiswa, semakin mendebarkan karena sebentar lagi, ancaman DO didepan mata. Kalau tak selesai tahun depan, riwayat Kemahasiswaanku di UNM berakhir dengan Drop out. Tragis sekali ujung karirku.

Melalui irama musik dari seorang teman bernama bhenda’, kutau bahwa music tak sesederhana dari penampilannya. Begitu rumit dan syahdu. Begitu dalam dan mempesona. Tidak sekedar ngejreng kiri kanan seperti para pengamen-pengamen rese’ di pantai losari itu. Enak saja dia main gitar suka-suka sambil memaksa pendengarnya memberikan uang. Dari gerak tari temanku Indi dan rara kusimpulkan sendiri; gerak bukan sekedar gerak, harus bermakna dan bercerita. Dari orang seperti Dewa, dirga, hamzan, dodi, liel, aril dan makhluk manisnya UKM Seni UNM lainnya, kusadari kalau hidup apa adanya adalah sebuah anugrah, berjalan ringan-ringan sajalah. “Anugra” juga bisa diartikan anu gratis, lucu, namun kukira itu relevan dengan karakternya masing-masing. Easy going, going where the wind blows kata Mr.Big. cerita-ceritaku dengan geng-geng ini tidak pernah habis-habis, mulai dari kebiasaan tidur sampai cerita warung coto lengkap semuanya. dari senior-seniorku seperti K’roni, K’jodi, k’mail, k’once, k’ian dan beberapa lagi lainnya, kutau hidup adalah perjuangan, begitu rumit, begitu kompleks, begitu perlu hitung-hitungan yang matang. Dari temanku erik dan fadlita, kutau bahwa bahkan kodrat dari Allahpun bisa dimanipulasi dengan kecenderungan transgender yang kalau di Indonesia masih sangat tabu, apalagi di Makassar. Apapun bisa dilogikakan memang.

Salassa’ ku tercinta, entah dengan apa saya harus berterima kasih kepadamu. Dari sekedar main gitar, dari ajakan tetanggaku nono bergabung kesini, jadilah namaku tercatat sebagai anggotamu. Sekarangpun, namaku tercatat sebagai Pembina. Wow, Pembina. mengesankan ketua-an. Dari umur dan angkatan, yo, tidak apa-apalah. Semoga UKM Seni UNM ku bisa selalu menghasilkan produk-produk kesenian yang berkualitas. Tidak sekedar ajang hura-hura komunitas kesenian mahasiswa Makassar dan Indonesia yang sering menjuluki diri sendiri sebagai organisasi yang ter! Ter apa saja, dalam segala hal. Bangga dibilang yang ter-“gila”. Padahal, di komunitas lainnya pun tak kalah egoisnya sama-sama mau berpredikat yang ter! Yah, atur-atur sajalah, kata duta “kesombongan dimasa muda yang indah”. (sahabat sejati,SO7). Saya tak mau pusing dengan predikat semu itu. Tidak ngaruh buat saya!

Hohoho… mau perdalam belajar biola ah…

20 Juni 2009
Nurkhalis R

teaterikal

Seperti menonton pertunjukan teater, tapi masih bingung, realiskah atau surealis? Atau malah ini hanya drama melankolis dengan seribu bumbu dramatisasi dalam sebuah pementasan supaya terkesan menarik bagi orang-orang yang kecanduan nonton film India. Ditambah lagi iringan nada minor berbagai instrument.. ck..ck..ck..

Hot News.. masih seputar Pilpres, pesawat Hercules yang jatuh, Wolfsburg tampil sebagai juara bundesliga. Satu lagi, Facebook haram?? Huh.. dasar media, provokatif! Terlalu dibesar-besarkan. Ah.. mending saya baca komiknya onepiece deh. Saya selalu kagum dengan kecerdasan Eichiro Oda dalam cerita-cerita dan petualangan Luffy CS, pengarang komik onepiece, sumpah!, cerdas BGT tuh orang.. kali ini dia bercerita tentang Roger, Raja Bajak Laut (Chapter 506 onepiece). Katanya semua petualangan itu ada batasnya, “we saw a limit”.. wow.. bahkan sekelas Raja Bajak lautpun melihat batas dalam petualangannya, dan batas-batas lain yang menjadi kodrat sebagai manusia biasa yang pada hakikatnya memang terbatas. Jadi bagi kawanku yang masih bangga dengan segala kepongahan masa muda dan segala pernak-pernik hedonis, sudahlah.. ada batasnya kok. Itu kata Gold D Roger lho, si Raja bajak laut.

Ha..ha..ha.. ngeyel ka.. biar mi deh.. tak apa-apalah sekali-kali. Tapi sangat mungkin memang, semua ada batasnya. Tidak ada yang “Unlimited”. Kecuali telkomsel flash unlimited. Tapi cita-cita bolehlah tidak terbatas supaya kita punya patron yang tinggi, supaya kita merencanakan sebuah tangga yang tinggi. Usaha pasti mengiringi. Kalo tidak, omong kosong juga namanya. Lalu, “dimana” posisi saya sekarang? Apakah rangkaian pilihan-pilihan hidup yang kuambil selama ini sudah betul menuntun saya dalam peta buta masa depanku? Ah, seandainya saya bisa melihat sedikit saja kitab Lauful mahfuz, pasti saya akan melihat berapa umur saya, bagaimana rezkiku nanti dan siapa istriku. “Dunia ini panggung sandiwara” kata Ian Antono. Jadi ibaratnya, Apakah saya sedang dalam pementasan teater realis, surealis, melankolis atau ini hanya seperti cerita manga jepang atau malah cerita yang tidak berkualitas seperti sinetron TV Indosiar itu?? atau seperti biasa barangkali, cuma sebagai penata bunyi mengiringi pertunjukan-pertunjukan itu??

Makassar, 24 Mei ’09, at 12.47PM

Hmm..

19 mei '09

Is this will be real..??

2 malaikat kecil

Pyla -cyla

Pyla -cyla

Jika ada dua malaikat kecil paling lucu seperti dalam mitos Yunani, saya mau menyandingkan untuk membandingkannya dengan dua ponakan kecilku ini dengan malaikat tadi.  Cyla, Pyla

Setengah catatan jalan pikiranku, 02 Mei 2009

Makassar pukul 7.20 pagi, 2 mei 2009. Peringatan upacara Hari Pendidikan Nasional hampir di semua Instansi pemerintah dilaksanakan. Sambutan menteri pendidikan nasional Prof. Bambang Sudibyo yang tebal dibacakan seragam disemua upacara pemerintahan. Sepanjang jalan tidak terlalu ramai karena memang, sekiranya hari ini tidak upacara, maka hari sabtu adalah hari libur week-end buat PNS, selain hari ahad tentunya. Koran Fajar pagi hari ini lebih tebal dari biasanya. 40 halaman. Padahal biasanya 36 halaman saja. Berita memang lagi hangat akhir-akhir ini tentang perpolitikan tanah air yang sudah menjelang puncak pelaksanaannya. Beberapa minggu lagi pemiihan Presiden akan dilaksanakan. Salah satu headlines Koran tersebut menuliskan tentang pendeklarasian Jusuf Kalla (JK) yang resmi maju sebagai calon presiden pertama bergandengan dengan Wiranto. Pyuh.. akhirnya.., jujur saja, saya memang mengidolakan JK sebagai Presiden untuk periode berikutnya; 2009-2014. Banyak hal yang menarik dari seorang JK. Bukan karena beliau adalah serumpun suku Bugis-Makassar dengan saya. Kebetulan saja, beliau memang kuidolakan sejak menjabat sebagai Wakil Presiden RI dengan banyak karakter yang menurut saya luar biasa. Kebiasaan, style beliau, kesantunan dan spontanitas beliau menjadi inspirasi utama saya untuk memotivasi diri menjadi lebih baik. Yup, menuju impian saya yang selangit itu. Saya terharu sekaligus salut, ini sekaligus membuyarkan isu pelik yang dapat merugikan kepentingan Negara dengan isu ancaman boikot Pilpres menggunakan strategi tidak mengusung calon Presiden dari Partai yang berkoalisi menentang pemenang Pemilu legislative, Demokrat yang sudah pasti mengusung SBY, walaupun juga secara resmi belum mengumumkan pencalonan dirinya. Salut buat pak JK. Sekali lagi beliau meredam bibit perpecahan bangsa yang sangat mungkin terjadi.

Lampu merah di ujung jalan Hertasning, tepat di samping gedung DPRD Kota Makassar. Tempat wakil kita melaksanakan tugas mulianya. Saya tidak mau lagi berfikir negatif tentang wakil-wakil kita itu. Buat saya, amanah wajib dijalankan, mereka orang terpelajar dan popular. Amanah akan dipertanggung jawabkan didunia terlebih di akhirat. Mereka berkompetisi dengan sangat berat untuk dapat duduk di gedung itu, itu berarti bahwa mereka siap dengan amanah mewakili konstituennya membela kepentingannya. Urusan korupsi, ada KPK yang mengawasi. Penyimpangan terselubung menurut saya cuma akan membodohi dan mencelakakan diri sendiri. Bukankah melalui firmanNya, Allah SWT telah mewanti-wanti; “tiap-tiap dari manusia adalah pemimpin, dan tiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawabannya di akhirat kelak”. Itu mutlak. “Barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah(atom)pun, niscaya ia akan melihat balasannya pula”

3 menit lagi waktu sebelum pukul 7.30, orang-orang sudah berbaris di halaman kantor tercinta, motor tempur andalan kuparkir di ruko samping kantor, ah, nyaris terlambat. Upacara dimulai. Kepala Kantor tidak secara penuh membacakan sambutan Menteri Pendidikan yang memang sangat panjang, mungkin hanya setengah. Upacara selesai. 2 orang sahabatku sekantor Fahrul dan K’ira juga datang. Fahrul bertugas sebagai pengibar bendera, K’ira berdiri disamping kiri belakangku, manis sekali dia.

Jam 8 lewat, pulang kantor langsung ke warung kopi Dg.Sija toddopuli, tujuannya mau connect internet, up-date anti virus. Makin banyak saja virus yang beredar, bisa mampus komputerku pake kaspersky out of date. Virus Harry potter yang menyerang server KPU Sulsel sudah ada di komputer Salassa’ UKM Seni UNM. Mudah-mudahan virus H1N1 hanya menyerang babi saja, jangan sampai deh jadi virus komputer apalagi jadi virus mematikan manusia di Indonesia, kalaupun mematikan, cukuplah di meksiko sana.

Kulihat HP ku, kuingat kembali janji dengan Uni untuk jalan ke rumah temannya yang nikah. Uni.. miss you. Dia baru pulang seminggu lalu. Dalam 6 tahun, hanya sempat kulihat dia 3 kali. Tahun pertama dia pulang ke Makassar lebaran idul fitri, kedua sewaktu saya ke Jogja tahun 2005 mengikuti festival teater nasional di UGM, kampusnya. Ketiga hampir 3 tahun lalu. Cukup, melihat pacar pertamaku waktu SMA itu saja sudah membuatku susah berbicara didepannya, apalagi sampai mengatakan I love you sama dia. Aaa… salah saya juga sih, kenapa dulu waktu dia akan berangkat ke jogja tidak kubuat semacam ikrar sehidup semati seperti di dalam film Romeo and Juliet, ato seperti di Novel Laila-Majnun atau paling tidak seperti Galih-Ratna. Saya mengumpat diri saya sendiri jadinya. Bodohnya saya. Saya malah Cuma jadi secret admirernya dengan berkali-kali membuka friendsternya, padahal tidak ada yang berubah dari kemaren-kemaren halaman situsnya. Itu-itu saja kok, huh.., dasar secret admirer.

Ku kuat-kuatkan diri, saya harus realistis melihat dunia. Saya tidak mau seperti burung pungguk yang merindukan bulan, saya tidak mau berangan-angan memeluk gunung karena saya tau tangan saya tidak seperti tangannya Monkey D Luffy manusia karet yang sudah makan buah setan gomu-gomu dalam cerita paling popular onepiece. Langkah maju nan kongkrit harus saya ambil, masa depan tidak menawar waktu, siapa tau saja usia saya tidak lama lagi.

Wallahualam.

My name is..

Nurkhalis Ruslan, disapa Halis. Lahir dan di besarkan di Makassar, 1 April 1985. Mahasiswa Teknik Sipil & Perencanaan Angkatan 2003. aktif di Lembaga Kesenian Kampus UKM Seni UNM. Penikmat Seni Musik, Teater, sastra dan tari. Saat ini bekerja sebagai PNS di Departemen Agama Kota Makassar.